Khazanah penafsiran Al-Qur’an di Nusantara kembali tersingkap melalui karya intelektual ulama besar Minangkabau, Syekh Abdul Lathif Syakur (1880–1963). Buku ini menghadirkan transkripsi, terjemahan, serta telaah mendalam atas Naskah Tafsir Juz 28—sebuah naskah klasik yang mencakup penafsiran dari Surah Al-Mujadilah hingga Surah At-Tahrim. Mengusung pendekatan tafsir bi al-ma’tsur dan metode ijmali, penafsirannya hadir secara lugas, otentik, serta bernuansa sosial-keagamaan yang kental.
Melalui kajian filologis dan analisis kontekstual yang sistematis, buku ini tidak hanya memetakan jejak pemikiran sang Syekh, tetapi juga mengungkap relasi harmonis antara nilai-nilai Al-Qur’an dan kearifan lokal Minangkabau. Disajikan secara terstruktur dan akademis, karya Aldomi Putra dan Muhammad Hariyadi ini hadir untuk mengisi ruang kosong kajian tafsir Nusantara, sekaligus menjadi rujukan penting bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, serta pencinta studi Islam.