Al-Ḥikam yang berarti hikmah-hikmah merupakan risalah yang tidak panjang, tetapi mencakup ajaran al-Ghawts Abū al-Ḥasan al-Syādzilī dan Abū al-‘Abbās al-Mursī.
Kitab ini tidak ditulis berdasarkan tema, melainkan berisikan untaian-untaian hikmah yang berkesesuaian dengan perjalanan ruhani Sang Imam Ibn ‘Aṭā’illāh As Sakandari. Ia memulainya dengan ungkapan tentang hakikat keikhlasan menurut ahli sufi, yaitu keyakinan tidak berubah kepada Allah meskipun mengalami perubahan amal. Setelah itu ia membicarakan tentang syahwat yang zahir dan batin. Begitulah seterusnya.
Kitab ini tidak ditulis dengan berdasarkan pencapaian rasio semata sebagaimana ahli kalam yang memahami ketauhidan dengan argumentasi akal. Sang Imam justru memetakan bahwa beda tauhid ahli kalam dan ahli sufi adalah pada
Epistemologinya.
Buku Mutiara Hikmah Ibn ‘Aṭā’illāh As Sakandari mencoba menyajikan terjemahan dari hikmah-hikmah Sang Imam dengan corak kesufian dan dhauq yang kental. Sebagai buku pegangan para murid, buku ini menyajikan ruang khusus untuk menulis di kolom “Catatan”. Sebuah buku yang sangat layak dimiliki para penikmat hikmah-hikmah Sang Imam.